CONTOH SOALTEKNIK INFORMATIKA

Sebuah perusahaan yang bergerak dibidang farmasi ingin mengadakan penelitian tentang obat penurun berat badan dengan menguji terlebih dahulu kepada sekelompok orang
Berikut hasil pengukurannya
Dari hasil pengukuran ini efektifkah obat tersebut ?

orang
                Bimbel
Sebelum
Sesudah

60
54

65
57

55
49

56
50

57
52

60
53

65
62

70
60

77
69

63
56











Warning # 849 in column 23.  Text: in_ID
The LOCALE subcommand of the SET command has an invalid parameter.  It could
not be mapped to a valid backend locale.
GET
  FILE='C:\Users\HP\Documents\ugi komputer uts\DATA UTS KOMP.UGY.sav'.
DATASET NAME DataSet1 WINDOW=FRONT.
T-TEST PAIRS=sebelum WITH sesudah (PAIRED)
  /CRITERIA=CI(.9500)
  /MISSING=ANALYSIS.



T-Test



Notes
Output Created
24-Nov-2013 11:20:01
Comments

Input
Data
C:\Users\HP\Documents\ugi komputer uts\DATA UTS KOMP.UGY.sav
Active Dataset
DataSet1
Filter
<none>
Weight
<none>
Split File
<none>
N of Rows in Working Data File
10
Missing Value Handling
Definition of Missing
User defined missing values are treated as missing.
Cases Used
Statistics for each analysis are based on the cases with no missing or out-of-range data for any variable in the analysis.
Syntax
T-TEST PAIRS=sebelum WITH sesudah (PAIRED)
  /CRITERIA=CI(.9500)
  /MISSING=ANALYSIS.

Resources
Processor Time
00:00:00,031
Elapsed Time
00:00:00,064


[DataSet1] C:\Users\HP\Documents\ugi komputer uts\DATA UTS KOMP.UGY.sav



Paired Samples Statistics

Mean
N
Std. Deviation
Std. Error Mean
Pair 1
sebelum
62,80
10
6,828
2,159
sesudah
56,20
10
6,106
1,931


Paired Samples Correlations

N
Correlation
Sig.
Pair 1
sebelum & sesudah
10
,963
,000


Paired Samples Test

Paired Differences
t
df
Sig. (2-tailed)
Mean
Std. Deviation
Std. Error Mean
95% Confidence Interval of the Difference
Lower
Upper
Pair 1
sebelum - sesudah
6,600
1,897
,600
5,243
7,957
11,000
9
,000



SAVE OUTFILE='C:\Users\HP\Documents\ugi komputer uts\susanti uts komputer.sav'
  /COMPRESSED.





Intreprestasi
1.    Mean(nilai rata-rata) penggunaan obat penurun berat badan sebelum dan sesudah mengkonsumsi obat penurun berat badan.
2.    Jumlah kasus masing-masing = 10 0rang
3.    Jumlah kasus pemasangan 10 orang
4.    Nilai Sig. = 0, berati ada hubungan antara sebelum dan sesudah minum obat penurun berat badan
Ingat :
Karena Sig =  0 yang berati < 0,005, maka Ho ditolak
5.    Nilai korelasinya = 0,963 , berati hubungannya erat dan berbanding lurus
6.    DF (drajat kebebasan) rumusnya = (jumlah kasus)-1 = 10-1 =9
7.     nilai Sig dari uji  t= 0,000
Ha. “ada perbedaan berat antara sebelum bimbel dengan sesudah bimbel
Nilai. Sig. < 0,05 berati Ha. Diterima
Kesimpulannya obat penurun berat badan sesuai.



KEBIJAKAN HARGA

KEBIJAKAN HARGA

Masalah kebijakan harga turut menentukan keberhasilan pemasaran produk. Kebijakan harga dapat dilakukan pada setiap  level lembaga yaitu kebijakan harga produsen, grosir dan retailer. Harga disini bukanlah berarti harga yang murah saja atau harga yang mahal saja, akan tetapi harga disini adalah harga yang tepat yang sangat tergantung pada berbagai faktor misalnya faktor harga pokok barang, kualitas barang, daya beli masyarakat, keadaan pesaing, konsumen yang dituju dan sebagainya.
1.      Kebijakan Harga Produsen
Ø  Harga setinggi mungkin (skiming price)
Harga tinggi ini dapat dilakukan karena belum ada saingan, produk ini dipasarkan untuk orang kaya dan produsen mengharapkan laba yang besar untuk menutup biaya-biaya penelitian dalam menciptakan produk tersebut.
Ø  Harga serendah mungkin (penetration price)
Tujuan harga rendah ini adalah untuk meneroboskan produk masuk kedalam pasar.
2.      Kebijakan Harga Grosir
Grosir atau pedagang besar dapat membuat kebijakan harga dengan memberikan diskon.
3.      Kebijakan Harga Retailer

Ada beberapa macam kebijakan harga yang dilakukan oleh retailer yaiu sebagai berikut:
Ø  Margin pricing
Penetapan harga berdasarkan kira-kira, asal sudah ada untung maka produknya langsung dijual.
Ø  Price lining
Menetapkan harga sama untuk semua jenis barang yang disediakan.
Ø  Competitor price
Menetapkan harga murah untuk barang-barang yang dikelan oleh umum untuk mendapatkan reputasi.
Ø  Customary price
Dalam jangka panjang harga suatu barang tetap stabil tidak ada perubahan. Bila harga bahan pokok naik harga tidak dinaikkan akan tetapi kuantitas atau kualitas yang diturunkan.
Ø  Odd price
Penetapan harga dengan menggunakan harga ganjil.
Ø  Combination offers
Penawaran satu paket harga untuk dua atau lebih jenis produk.

TURBO MARKETING
Turbo marketing merupakan perkembangan terakhir dari gejala pemasaran yang menghendaki layanan tercepat buat konsumen. Kecepatan layanan merupakan tuntutan konsumen masa kini, sejalan dengan meningkatnya suasana globalisasi disegala bidang kehidupan, dan dunia makin trasparan, tidak ada lagi batas antara negara-negara, waktu dari jam kejam berjalan begitu cepat.
Pergesran strategi marketing dari masa kemasa:
Ø  Gelombang pertama
Persaingan marketing ditandai oleh strategi produsen untuk membuat produk dengan harga yang lebih murah dari pesaing.
Ø  Gelombang kedua
Ditandai dengan strategi produsen menciptakan yang berbeda debgan produk pesaing.
Ø  Gelombang ketiga
Munculnya kesadaran produsen untuk menciptakan produk mekin hari makin baik dengan memperhatikan keinginan dan kebutuhan konsumen.
Ø  Gelombang keempat
Mulai tahun 1990an produsen memprodoksi, melayani, dan mengirim barang lebih cepat dari pesaing (turbo marketing).

BENCHMARKING

Definisi Patok Duga (Benchmarking) :
David Kearns (CEO dari Xerox)      Benchmarking adalah suatu proses pengukuran terus-menerus atas produk, jasa dan tata cara kita terhadap pesaing kita yang terkuat atau badan usaha lain yang dikenal sebagai yang terbaik.
Teddy Pawitra      Bencmarking sebagai suatu proses belajar yang berlangsung secara sisitematis dan terus-menerus dimana setiap bagian dari suatu perusahaan dibandingkan dengan perusahaan yang terbaik atau pesaing yang paling unggul.
Dari berbagai definisi diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan (Pawitra, 1994, p.12), yaitu :

1. Benchmarking merupakan kiat untuk mengetahui tentang bagimana dan mengapa suatu perusahaan yang memimpin dalam suatu industri dapat melaksanakan tugas-tugasnya secara lebih baik dibandingkan dengan yang lainnya.

2. Fokus dari kegiatan benchmarking diarahkan pada praktik terbaik dari perusahan lainnya. Ruang lingkupnya makin diperluas yakni dari produk dan jasa menjalar kearah proses, fungsi, kinerja organisasi, logistik, pemasaran, dll. Benchmarking juga berwujud perbandingan yang terus-menerus, jangka panjang tentang praktik dan hasil dari perusahaan yang terbaik dimanapun perusahaan itu berada.

3. Praktik banchmarking berlangsung secara sistematis dan terpadu dengan praktik manajemen lainnya, misalnya TQM, corporate reengineering, analisis pesaing, dll

4. Kegiatan benchmarking perlu keterlibatan dari semua pihak yang berkepentingan, pemilihan yang tepat tentang apa yang akan di- benchmarking-kan, pemahaman dari organisasi itu sendiri, pemilihan mitra yang cocok dan kemampuan untuk melaksanakan apa yang ditemukan dalam praktik bisnis.
Proses Benchmarking terdiri atas lima tahap yaitu:
 (1) Keputusan mengenai apa yang akan di benchmarking
(2) Identifikasi mitra benchmarking
(3)Pengumpulan informasi
(4) Analisis

(5) Implementasi

JENIS BADAN USAHA DAN KEGIATAN EKONOMI DI INDONESIA

Jenis Badan Usaha Dan Kegiatan Ekonomi di Indonesia
1.Jenis-Jenis Usaha Dalam Bidang Ekonomi
a. Agraris
Usaha dalam bidang agraris menggunakan lahan tanah sebagai faktor produksi utama. Misalnya pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.
Bidang agraris dapat menghasilkan bahan pangan seperti padi, sayur, daging, ikan dan susu. Bidang ini juga dapat menghasilkan bahan baku industri seperti tebu, cokelat kelapa sawit dan kapas.
b. Industri
Usaha bidang industri merupakan jenis usaha yang mengola bahan mentah menjadi bahan jadi, bahan mentah menjadi bahan setengah jadi, dan bahan setengah jadi menjadi bahan jadi.
  • Bahan mentah adalah bahan yang perlu diolah dulu agar dapat memenuhi kebutuhan, misalnya kapas dan kayu gelondongan.
  • Bahan setengah jadi adalah hasil olahan dari bahan mentah tapi masih perlu diolah lagi agar siap digunakan, contoh benag bagi industri tekstil dan tepung bagi industri roti.
  • Bahan jadi adalah hasil akhir proses pengolahan yang sudah siap untuk digunakan, misalnya baju, sepeda dan televisi. Contoh Industri kecil : pengrajin sepatu, mebel, alat-alat rumah tangga, dan tahu tempe.  Contoh Industri besar: perusahaan tekstil, mobil, semen dan elektronik.
c. Perdagangan
Usaha dalam bidang perdagangan adalah jenis usaha menjual barang-barang produksi kepada pihak lain tanpa mengola bahan tersebut. Misalnya pedagang beras, bahan bangunan dan makanan.
d. Jasa
Usaha bidang jasa adalah jenis usaha yang tidak menghasilkan benda melainkan memberikan pelayanan kepada pihak lain sesuai kebutuhan. Misalnya guru, dokter dan paramedis.
2. Pengelolaan Usaha
a- Usaha yang dikelola sendiri/perorangan
Usaha yang dikelola sendiri merupakan usaha yang didasarkan atas kepemilikan modal secara tunggal.
Kelebihan
  1. Pemilik bebas mengatur usahanya
  2. Semua keuntungan dapat dinikmati sendiri
  3. Rahasia perusahaan terjamin
Kekurangan
  1. Modal terbatas
  2. Kemampuan tenaga pengelola terbatas
  3. Kesinambungan usaha kurang terjamin
  4. Semua resiko ditanggung sendiri
b. Usaha Yang Di Kelola Kelompok
1. Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
BUMN digolongkan menjadi 3 jenis yaitu
a. Perusahaan Jawatan (Perjan)
Perusahaan ini bertujuan pelayanan kepada masyarakat dan bukan semata-mata mencari keuntungan.
b. Perusahaan Umum (Perum)
Perusahan ini seluruh modalnya diperoleh dari negara. Perum bertujuan untuk melayani masyarakat dan mencari keuntungan
c. Perusahaan Perseroan (Persero)
Perusahaan ini modalnya terdiri atas saham-saham.  Sebagian sahamnya dimiliki oleh negara dan sebagian lagi dimilik oleh pihak swasta dan luar negeri.
2. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)
a. Firma (Perusahaan Persekutuan)
Firma adalah badan usaha yang dimiliki oleh palaing sedikit dua orang. Kemajuan Firma dan semua resiko ditanggung bersama.
b. Persekutuan Komanditer (CV)
CV adalah badan usaha yang modalnya dimiliki oleh beberapa orang . Pemilik modal dalam CV disebut anggota. Dalam CV terdapat dua macam keanggotaan, yaitu anggota aktif dan pasif. Anggota aktif bertanggung jawab penuh terhadap jalannya perusahaan. Anggota pasif hanya sevbatas pemilik modal.
c. Perseroan Terbatas (PT)
PT adalah badan usaha yang modalnya dihimpun dari beberapa orang melalui penjualan saham. Saham adalah surat tanda bukti keikutsertaan menjadi pemilik perusahaan. Setiap pemegang saham akan mendapatkan deviden yaitu laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham.
3. Koperasi
Koperasi adalah usaha bersama yang memiliki organisasi berdasarkan atas azaz kekeluargaan . Koperasi bertujuan untuk menyejahterahkan anggotanya. Dilihat dari lingkunganyya koperasi dabat dibagi menjadi:
  1. Koperasi Sekolah
  2. Koperasi Pegawai Republik Indonesia
  3. KUD
  4. Koperasi Konsumsi
  5. Koperasi Simpan Pinjam
  6. Koperasi Produksi
Kegiatan Ekonomi Di Indonesia
1. Kegiatan Produksi
Produksi adalah kegiatan yang menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan. Pihak yang melakukan kegiatan produksi disebut Produsen.
2. Kegiatan Distribusi
Distribusi adalah kegiatan menyalurkan barang dari produsen ke konsumen. Pihak yang melakukan kegitan distribusi disebut distributor.
Pihak yang melakukan distribusi antara lain:
a. Agen; pihak yang ditujukan oleh produsen untuk menyalurkan produksinya
b. Pedagang Besar; pihak yang membeli barang dengan jumlah besar kemudian dijual lagi kepada pengecer
c. Pedagang Eceran; pihak yang bmenjual barang langsung kepada konsumen
3. Kegiatan Konsumsi

Konsumsi adalah kegiatan yang menghabiskan atau menggunakan hasil produksi . Pihak yang melakukan konsumsi di sebut konsumen