MAKALAH ILMU SOSIAL KEBUDAYAAN DASAR

MAKALAH
ILMU SOSIAL KEBUDAYAAN DASAR
SUKU BADUY

TUGAS INDIVIDU



Disusun Oleh:

Nama : Dodi Harsono
NIM    : 201343570002
Prodi   : Teknik Informatika




FAKULTAS  TEKNIK INFORMATIKA
UNIVERSITAS INDRAPRASTA
 2015





KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Alloh SWT, atas rahmat dan karuniaNya, penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Kahasanah Kebudayaan Suku Baduy”, makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Produktif.
Makalah  disusun berdasarkan hasil observasi yang diharapkan berguna untuk mengembangkan kreatif, daya pikir dan untuk menambah pengetahuan tentang kebudayaan. 
Segala petunjuk, arahan dan bantuan dari berbagai pihak yang penulis terima dalam menyusun maklah ini sangatlah besar artinya. Untuk itu, dalam kesempatan ini kami menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.







                                                                                                                                                                                                                   Penulis



DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULU
Latar Belakang Masalah...................................................................................................... 1
Rumusan Masalah................................................................................................................ 1
Tujuan Penelitian ………………………………………………………………………... 1
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Suku Baduy................................................................................................................... 2
2.2 Pembagian Kelompok Masyarakat Suku Baduy........................................................... 2
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Asal-Usul Kebudayaan Suku Baduy............................................................................. 5
3.2 Mata Pencaharian Suku Baduy..................................................................................... 6
3.3 Hukum Di Dalam Masyarakat Baduy........................................................................... 7
3.4 Segi Pakaian Suku Baduy............................................................................................. 8
BAB IV KESIMPULAN...................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………11














BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Bagaimana gambaran kehidupan Suku Baduy ?
2.      Ada berapa kelompok masyarakat pada suku baduy ?
3.      Bagaimana Sistem Pemerintahan Suku Baduy ?
1.3  Tujuan Penelitian
     Dalam makalah ini akan di jelaskan mengenai asal usul Suku Baduy, dan perkembangan kebudayaan Suku Baduy.





BAB II
LANDASAN TEORI

2.1  Suku Baduy
      Sebutan "Baduy" merupakan sebutan yang diberikan oleh penduduk luar kepada kelompok masyarakat tersebut, berawal dari sebutan para peneliti Belanda yang agaknya mempersamakan mereka dengan kelompok Arab Badawi yang merupakan masyarakat yang berpindah-pindah (nomaden). Kemungkinan lain adalah karena adanya Sungai Baduy dan Gunung Baduy yang ada di bagian utara dari wilayah tersebut. Mereka sendiri lebih suka menyebut diri sebagai urang Kanekes atau "orang Kanekes" sesuai dengan nama wilayah mereka, atau sebutan yang mengacu kepada nama kampung mereka seperti Urang Cibeo (Garna, 1993 ).
          Orang Kanekes atau orang Baduy/Badui adalah suatu kelompok masyarakat adat Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Populasi mereka sekitar 5.000 hingga 8.000 orang, dan mereka merupakan salah satu suku yang menerapkan isolasi dari dunia luar. Selain itu mereka juga memiliki keyakinan tabu untuk difoto.

2.2 Pembagian Kelompok Masyarakat Suku Baduy
Orang Kanekes masih memiliki hubungan sejarah dengan orang Sunda. Penampilan fisik dan bahasa mereka mirip dengan orang-orang Sunda pada umumnya. Satu-satunya perbedaan adalah kepercayaan dan cara hidup mereka. Orang Kanekes menutup diri dari pengaruh dunia luar dan secara ketat menjaga cara hidup mereka yang tradisional, sedangkan orang Sunda lebih terbuka kepada pengaruh asing dan mayoritas memeluk Islam.Masyarakat Kanekes secara umum terbagi menjadi tiga kelompok yaitu tangtupanamping, dan dangka (Permana, 2001).
Kelompok tangtu adalah kelompok yang dikenal sebagai Kanekes Dalam (Baduy Dalam), yang paling ketat mengikuti adat, yaitu warga yang tinggal di tiga kampung: Cibeo, Cikertawana, dan Cikeusik. Ciri khas Orang Kanekes Dalam adalah pakaiannya berwarna putih alami dan biru tua serta memakai ikat kepala putih. Mereka dilarang secara adat untuk bertemu dengan orang asing (non WNI).
Kanekes Dalam adalah bagian dari keseluruhan orang Kanekes. Tidak seperti Kanekes Luar, warga Kanekes Dalam masih memegang teguh adat-istiadat nenek moyang mereka.
Sebagian peraturan yang dianut oleh suku Kanekes Dalam antara lain:
§  Tidak diperkenankan menggunakan kendaraan untuk sarana transportasi
§  Tidak diperkenankan menggunakan alas kaki
§  Pintu rumah harus menghadap ke utara/selatan (kecuali rumah sang Pu'un atau ketua adat)
§  Larangan menggunakan alat elektronik (teknologi)
§  Menggunakan kain berwarna hitam/putih sebagai pakaian yang ditenun dan dijahit sendiri serta tidak diperbolehkan menggunakan pakaian modern.
Kelompok masyarakat kedua yang disebut panamping adalah mereka yang dikenal sebagai Kanekes Luar (Baduy Luar), yang tinggal di berbagai kampung yang tersebar mengelilingi wilayah Kanekes Dalam, seperti Cikadu, Kaduketuk, Kadukolot, Gajeboh, Cisagu, dan lain sebagainya. Masyarakat Kanekes Luar berciri khas mengenakan pakaian dan ikat kepala berwarna hitam.
Kanekes Luar merupakan orang-orang yang telah keluar dari adat dan wilayah Kanekes Dalam. Ada beberapa hal yang menyebabkan dikeluarkannya warga Kanekes Dalam ke Kanekes Luar:
§  Mereka telah melanggar adat masyarakat Kanekes Dalam.
§  Berkeinginan untuk keluar dari Kanekes Dalam
§  Menikah dengan anggota Kanekes Luar
Ciri-ciri masyarakat orang Kanekes Luar
Mereka telah mengenal teknologi, seperti peralatan elektronik, meskipun penggunaannya tetap merupakan larangan untuk setiap warga Kanekes, termasuk warga Kanekes Luar. Mereka menggunakan peralatan tersebut dengan cara sembunyi-sembunyi agar tidak ketahuan pengawas dari Kanekes Dalam.
Proses pembangunan rumah penduduk Kanekes Luar telah menggunakan alat-alat bantu, seperti gergaji, palu, paku, dll, yang sebelumnya dilarang oleh adat Kanekes Dalam.
·     Menggunakan pakaian adat dengan warna hitam atau biru tua (untuk laki-laki), yang menandakan bahwa mereka tidak suci. Kadang menggunakan pakaian modern seperti kaos oblong dan celana jeans.
·     Menggunakan peralatan rumah tangga modern, seperti kasur, bantal, piring & gelas kaca & plastik.
·     Mereka tinggal di luar wilayah Kanekes Dalam.
Apabila Kanekes Dalam dan Kanekes Luar tinggal di wilayah Kanekes, maka "Kanekes Dangka" tinggal di luar wilayah Kanekes, dan pada saat ini tinggal 2 kampung yang tersisa, yaitu Padawaras (Cibengkung) dan Sirahdayeuh (Cihandam). Kampung Dangka tersebut berfungsi sebagai semacam buffer zone atas pengaruh dari luar (Permana, 2001).













BAB III
PEMBAHASAN

3.1  Asal Usul Kebudayaan Suku Baduy
Menurut kepercayaan yang mereka anut, orang Kanekes mengaku keturunan dari Batara Cikal, salah satu dari tujuh dewa atau batara yang diutus ke bumi. Asal usul tersebut sering pula dihubungkan dengan Nabi Adam sebagai nenek moyang pertama. Menurut kepercayaan mereka, Adam dan keturunannya, termasuk warga Kanekes mempunyai tugas bertapa atau asketik (mandita) untuk menjaga harmoni dunia.
Pendapat mengenai asal - usul orang Kanekes berbeda dengan pendapat para ahli sejarah, yang mendasarkan pendapatnya dengan cara sintesis dari beberapa bukti sejarah berupa prasasti, catatan perjalanan pelaut Portugis dan Tiongkok, serta cerita rakyat mengenai 'Tatar Sunda' yang cukup minim keberadaannya.
 Masyarakat Kanekes dikaitkan dengan Kerajaan Sunda yang sebelum keruntuhannya pada abad ke-16 berpusat di Pakuan Pajajaran (sekitar Bogor sekarang). Sebelum berdirinya Kesultanan Banten, wilayah ujung barat pulau Jawa ini merupakan bagian penting dari Kerajaan Sunda. Banten merupakan pelabuhan dagang yang cukup besar. Sungai Ciujung dapat dilayari berbagai jenis perahu, dan ramai digunakan untuk pengangkutan hasil bumi dari wilayah pedalaman. Dengan demikian penguasa wilayah tersebut, yang disebut sebagai Pangeran Pucuk Umum menganggap bahwa kelestarian sungai perlu dipertahankan. Untuk itu diperintahkanlah sepasukan tentara kerajaan yang sangat terlatih untuk menjaga dan mengelola kawasan berhutan lebat dan berbukit di wilayah Gunung Kendeng tersebut. Keberadaan pasukan dengan tugasnya yang khusus tersebut tampaknya menjadi cikal bakal Masyarakat Kanekes yang sampai sekarang masih mendiami wilayah hulu Sungai Ciujung di Gunung Kendeng tersebut (Adimihardja, 2000). Perbedaan pendapat tersebut membawa kepada dugaan bahwa pada masa yang lalu, identitas dan kesejarahan mereka sengaja ditutup, yang mungkin adalah untuk melindungi komunitas Kanekes sendiri dari serangan musuh-musuh Pajajaran.
Van Tricht, seorang dokter yang pernah melakukan riset kesehatan pada tahun 1928, menyangkal teori tersebut. Menurut dia, orang Kanekes adalah penduduk asli daerah tersebut yang mempunyai daya tolak kuat terhadap pengaruh luar (Garna, 1993b: 146).
 Orang Kanekes sendiri pun menolak jika dikatakan bahwa mereka berasal dari orang-orang pelarian dari Pajajaran, ibu kota Kerajaan Sunda. Menurut Danasasmita dan Djatisunda (1986: 4-5) orang Baduy merupakan penduduk setempat yang dijadikan mandala' (kawasan suci) secara resmi oleh raja, karena penduduknya berkewajiban memelihara kabuyutan (tempat pemujaan leluhur atau nenek moyang), bukan agama Hindu atau Budha. Kebuyutan di daerah ini dikenal dengan kabuyutan Jati Sunda atau Sunda Asli' atau Sunda Wiwitan (wiwitanasli, asal, pokok, jati). Oleh karena itulah agama asli mereka pun diberi nama Sunda Wiwitan. Raja yang menjadikan wilayah Baduy sebagai mandala adalah Rakeyan Darmasiksa.
3.2  Mata Pencaharian Suku Baduy
Mata pencarian masyarakat Baduy yang paling utama adalah bercocok tanam padi huma dan berkebun serta membuat kerajinan koja atau tas dari kulit kayu, mengolah gula aren, tenun dan sebagian kecil telah mengenal berdagang.
Kepercayaan yang dianut masyarakat Kanekes adalah Sunda Wiwitan.didalam baduy dalam, Ada semacam ketentuan tidak tertulis bahwa ras keturunan Mongoloid, Negroid dan Kaukasoid tidak boleh masuk ke wilayah Baduy Dalam. Jika semua ketentuan adat ini di langgar maka akan kena getahnya yang disebut kuwalat atau pamali adalah suku Baduy sendiri.
Inti dari kepercayaan tersebut ditunjukkan dengan adanya pikukuh atau ketentuan adat mutlak yang dianut dalam kehidupan sehari-hari orang Kanekes. Isi terpenting dari ‘pikukuh’ (kepatuhan) Kanekes tersebut adalah konsep “tanpa perubahan apapun”, atau perubahan sesedikit mungkin:“Lojor heunteu beunang dipotong, pèndèk heunteu beunang disambung”
(Panjang tidak bisa/tidak boleh dipotong, pendek tidak bisa/tidak boleh disambung)suku Baduy memiliki tata pemerintahan sendiri dengan kepala suku sebagai pemimpinnya yang disebut Puun berjumlah tiga orang. Pelaksanaan pemerintahan adat kepuunan dilaksanakan oleh jaro yang dibagi kedalam 4 jabatan yang setiap jaro memiliki fungsi dan tugasnya masing-masing. Yaitu jaro tangtu, jaro dangka, jaro tanggungan, dan jaro pamarentah.
Jaro tangtu bertanggung jawab pada pelaksanaan hukum adat pada warga tangtu dan berbagai macam urusan lainnya. Jaro dangka bertugas menjaga, mengurus, dan memelihara tanah titipan leluhur yang ada di dalam dan di luar Kanekes. Jaro dangka berjumlah 9 orang, yang apabila ditambah dengan 3 orang jaro tangtu disebut sebagai jaro duabelas. Pimpinan dari jaro duabelas ini disebut sebagai jaro tanggungan. Adapun jaro pamarentah secara adat bertugas sebagai penghubung antara masyarakat adat Kanekes dengan pemerintah nasional, yang dalam tugasnya dibantu oleh pangiwa, carik, dan kokolot lembur atau tetua kampong.

3.3  Hukum di Dalam Masyarakat Baduy
Hukuman disesuaikan dengan kategori pelanggaran, yang terdiri atas pelanggaran berat dan pelanggaran ringan. Hukuman ringan biasanya dalam bentuk pemanggilan sipelanggar aturan oleh Pu’un untuk diberikan peringatan. Yang termasuk ke dalam jenis pelanggaran ringan antara lain cekcok atau beradu-mulut antara dua atau lebih warga Baduy.
Hukuman Berat diperuntukkan bagi mereka yang melakukan pelanggaran berat. Pelaku pelanggaran yang mendapatkan hukuman ini dipanggil oleh Jaro setempat dan diberi peringatan. Selain mendapat peringatan berat, siterhukum juga akan dimasukan ke dalam lembaga pemasyarakatan (LP) atau rumah tahanan adat selama 40 hari. Selain itu, jika hampir bebas akan ditanya kembali apakah dirinya masih mau berada di Baduy Dalam atau akan keluar dan menjadi warga Baduy Luar di hadapan para Pu’un dan Jaro. Masyarakat Baduy Luar lebih longgar dalam menerapkan aturan adat dan ketentuan Baduy.
Menariknya, yang namanya hukuman berat disini adalah jika ada seseorang warga yang sampai mengeluarkan darah setetes pun sudah dianggap berat. Berzinah dan berpakaian ala orang kota.
Banyak larangan yang diatur dalam hukum adat Baduy, di antaranya tidak boleh bersekolah, dilarang memelihara ternak berkaki empat, tak dibenarkan bepergian dengan naik kendaraan, dilarang memanfaatkan alat eletronik, alat rumah tangga mewah dan beristri lebih dari satu.

3.4  Segi Pakaian Suku Baduy
Dari segi berpakain, didalam suku baduy terdapat berbedaan dalam berbusana yang didasarkan pada jenis kelamin dan tingkat kepatuhan pada adat saja, yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar.Untuk Baduy Dalam, para pria memakai baju lengan panjang yang disebut jamang sangsang, Potongannya tidak memakai kerah, tidak pakai kancing dan tidak memakai kantong baju. Warna busana mereka umunnya adalah serba putih.
Untuk bagian bawahnya menggunakan kain serupa sarung warna biru kehitaman, yang hanya dililitkan pada bagian pinggang. Serta pada bagian kepala suku baduy menggunakan ikat kepala berwarna putih. bagi suku Baduy Luar, busana yang mereka pakai adalah baju kampret berwarna hitam. Ikat kepalanya juga berwarna biru tua dengan corak batik. Terlihat dari warna, model ataupun corak busana Baduy Luar, menunjukan bahwa kehidupan mereka sudah terpengaruh oleh budaya luar. Sedangkan, untuk busana yang dipakai di kalangan wanita Baduy dalam maupun Baduy Luar tidak terlalu menampakkan perbedaan yang mencolok. Mereka mengenakan busana semacam sarung warna biru kehitam-hitaman dari tumit sampai dada. Bagi wanita yang sudah menikah, biasanya membiarkan dadanya terbuka secara bebas, sedangkan bagi para gadis buah dadanya harus tertutup.










BAB IV
Kesimpulan dan Rekomendasi

Orang Baduy tidak mengenal poligami dan perceraian. Mereka hanya diperbolehkan untuk menikah kembali jika salah satu dari mereka telah meninggal.
Di dalam proses pernikahan suku baduy pasangan yang akan menikah selalu dijodohkan dan tidak ada yang namanya pacaran. Orang tua laki-laki akan bersilaturahmi kepada orang tua perempuan dan memperkenalkan kedua anak mereka masing-masing.


















DAFTAR  PUSTAKA

http.//id.shvoong.com › Ilmu Sosial

perpustakaan.untirta.ac.id/berita-112-asal-usul-suku-baduy.html

Acara Halal Bihalal Provinsi Lampung

Bandaar Lampung: setelah melaksanakan Ibadah Puasa 1 bulan Penuh dengan mengharapan ridho Allah SWT dengan Mengharapkan keberkahan hidup dunia yang pana ini,
dengan demikian pemerintah Provinsi Lampung mengadakan silaturahmi Se -rovinsi Lampung dengan tema HALAL BIHALAL Pemerintah Provinsi Lampung, dalam acara tersebut dihadiri oleh seluruh ASN dari Camat, Bupati/Walikota Dll. hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Persisir Barat ERLINA SP.MH dan kepala Dinas Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat di depan Kantor Dinas Pemerintah Provinsi Lampung. Selasa, 4/7/17






selain itu dalam sambutan acara HALAL BIHALAL tersebut  bahwasannya Gubernur Lampung Ridho Vicardo menyampaikan beberapa sambutannya diantaranya Provinsi Lampung adalah Provinsi Pintu Gerbang Sumatra,  oleh karna itu pembangunan Lampung tidaklah bisa tanpa adanya kerjasama antara pemerintah Provinsi dan pemerintah Kabupaten yang solid. sinergivitas bagian dari suksesnya pembangunan provinsi lampung. selanjutnya Ridho Vicardo menyampaikan bahwasannya lampung merupakan Provinsi yang memiliki data masyarakat yang memiliki Pendidikan dibawah rata-rata yakni masyakat berpendidikan Minimal di tingkat SD dan SMP yang mungkin Masyarakat tersebut sat ini suduh berumur 40-50 tahun. hal tersebut untuk mengejar menuju masyarakat berpendidikan yang merata  Pemerintah memiliki Program kejar Paket C.
provinsi Lampung saat ini sedang membangun Dermaga Exsekutif untuk menyokong lalu lintas darat yaitu pembangunan jalan tol Sumatra hal tersebut antisipasi padatnya kendaraan yang akan menyeberang Bakauheni lampung - Merak Banten papar sang Gubernur.

KEINDAHAN PEMANDANGAN DI BUKIT SELALAW KRUI



Pantai Labuhan Jukung KRUI.....Pantai nya bersih.dgn ombak yg bersahabat , ombak nya bagus untuk olah raga Surving selancar ? bnyk wisatawan asing maupun lokal pd dtng ke pantai untuk menikmati keindahan nya pantai ? apalagi di sore hari bnyk wisatawan asing maupun lokal mau melihat Sunset matahari terbenam....dan bagi wisatawan yg akan bermalam bnyk tersedia Hotel / Penginapan dekat di sekitar Pantai Labuhan Jukung KRUI.

Menteri Perhubungan berkunjung ke Bandara Taufik Kiemas Krui, Kab Pesisir Barat


Selamat datang  di kab. pesisir barat :  Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, mengunjungi Bandara Muhammad Taufik Kiemas di Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat. Turut dalam kunjungan ini,  Sekjen Kemenhub, Sughiyanto, Ketua Komisi V DPR RI,  Fary Djemy Francis, Dirjen STPI, Novyanto, dan Dirjen Perkeretapian, Prasetyo, dan pengamat kebijakan publik, Agus Pambagyo, Rombongan Menhub menggunakan dua unit helikopter. Kunjungan ini terkait dengan rencana perpanjangan landasan pacu Bandara Muhammad Taufik Kiemas. Tiba di Bandara Taufik Kiemas sekitar pukul 11.00 WIB, rombongan disambut Bupati Pesibar H. Agus Istiqlal, Sekkab, Azhari, Kapolres Lampung Barat (Lambar). AKBP. Try Suhartanto, Dandim O422/Lambar, Letkol Inf. Iskandar, dan jajaran kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat Minggu (2/7/17),  


UPACARA PARNIPURNA BULANAN

S A M B U T A N
BUPATI PESISIR BARAT
PADA UPACARA PARNIPURNA BULANAN  
=====================================
HARI  / TANGGAL    : Selasa, 17 Januari 2017
J A M                      : 07.30  WIB s.d Selesai
T E M P A T             : Lapangan Merdeka Labuhan Jukung
=====================================
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM,
ASSALAMU‘ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKAATUH,
SELAMAT MALAM DAN SALAM SEJAHTERA BAGI KITA SEMUA,
TABIK  PUUN...


Yang saya hormati.
Sdri. Wakil Bupati Pesisir Barat;

Sdr. Sekretaris Daerah/Staf Ahli Bupati/Para Asisten/Kepala Badan/ Kepala Dinas/Kepala Kantor/Kepala Bagian dilingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat;
Hadirin Peserta Upacara Yang Saya Banggakan.



Puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan karunia-Nya kita dapat mengikuti Upacara Penaikan Bendera yang merupakan agenda bulanan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat  dalam keadaan sehat wal’afiat.
Sholawat teriring salam selalu tercurah kepada junjungan  kita Nabi Muhammad SAW serta keluarga dan sahabatnya, semoga kita akan selalu menjadi pengikut sunnah-nya yang setia sampai akhir zaman.

Peserta Upacara Yang Berbahagia,
Pada awal tahun anggaran 2017 ini, saya mengajak kita semua selaku komponen penyelenggara pemerintahan daerah dikabupaten pesisir barat untuk melakukan evaluasi terhadap  berbagai pelaksanaan program, kegiatan serta kinerja kita selaku abdi negara yang telah terlaksana pada tahun anggaran 2016 yang lalu. Semoga apa yang telah kita dharma baktikan kepada daearah yang kita cintai ini,  sehingga kita semua akan mewujudkan visi kabupaten pesisir barat yaitu masyarakat yang madani, mandiri dan sejahtra serta akan membawa perubahan terhadap kehidupan masyarakat.
Pada kesempatan ini juga, saya mengajak kita semua untuk  selalu mengevaluasi kinerja kita, serta selalu berupaya untuk  memperbaiki diri kita masing-masing dan membangun kebersamaan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Pesisir Barat.
Peserta Upacara Yang Saya Banggakan,
Selanjutnya pada kesempatan ini juga saya menjelaskan bahwa diawal tahun 2017 ini, pemerintah kabupaten pesisir barat sudah  melaksakan 2 (dua) kali  pelantikan pejabat struktural eselon II, III dan IV yaitu dalam rangka mengisi jabatan struktural sebagai tindaklanjut pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Pesisir Barat Nomor 23 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Pesisir Barat.
Kita semua harus memiliki persepsi yang sama bahwa promosi dan mutasi jabatan adalah merupakan hal yang biasa dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yaitu dengan tujuan untuk peningkatan karir Aparatur Sipil Negara (ASN) serta merupakan suatu proses penyegaran pada Organisasi Prangkat Daerah (OPD) dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sesuai dengan peraturan yang berlaku.

 Peserta Upacara Yang Saya Banggakan,
Dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya berpesan kepada seluruh pejabat struktural eselon II, III dan IV serta jajaran staf agar bisa melaksanakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dengan sebaik-baiknya, serta menjunjung tinggi disiplin dan profesionalisme. Sedangkan hal yang penting lainya yang harus saudara-saudara lakukan yaitu peningkatan kinerja aparatur, penegakan disiplin, melaksanakan program dan kegiatan sesuai dengan skala prioritas pada tahun anggaran 2017 ini.
Selanjutnya saya berpesan kepada para kepala SKPD agar saudara-saudara bisa bertanggung jawab terhadap pembinaan pegawai pada SKPD saudara masing-masing. Dengan demikian maka saudara-saudara bisa berprilaku yang lebih baik, karena saudara-saudara merupakan contoh dan tauladan bagi para jajaran staf.

Peserta Upacara Yang Saya Banggakan,
Pada  tahun anggaran 2017 ini, mari kita  sama-sama berniat dan membulatkan tekad untuk menghindari kebiasaan-kebiasaan lama yang tidak bermanfaat sehingga kita mulai melakukan perbuatan yang lebih positif, mudah-mudahan akan membawa perubahan yang signifikan dari tahun-tahun sebelumnya.
Untuk  itu, sekali lagi mari kita tingkatkan kinerja kita agar pelaksanaan pembangunan di kabupaten Pesisir Barat bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat. maka kita harus berperan aktif, bahu-membahu, dan bersinergi dalam menghadapi berbagai tantangan yang akan selalu hadir ditengah-tengah kita.  
Peserta Upacara Yang Saya Hormati,
Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini, semoga dengan semangat dan kerja keras kita, semuanya bisa terwujud dan mendapat Ridho dari Allah SWT.



Terima Kasih Atas Perhatiannya,
Wabillahi Taufik Wallhidayah,
Wassalamualaikum Warhmatullah Wabarakaatuh.

BUPATI PESISIR BARAT




DR.Drs.Hi.Agus Istiqlal, S.H.,M.H

SAMBUTAN PEMBUKAAN BUPATI CUP

S A M B U T A N
BUPATI PESISIR BARAT
PADA ACARA PEMBUKAAN TURNAMEN SEPAK BOLA
 BUPATI CUP KABUPATEN PESISIR BARAT TAHUN 2017
=====================================================================
HARI/TANGGAL      :  SENIN, 03 APRIL 2017
WAKTU                    :  PUKUL 14.00 WIB S.D. SELESAI
TEMPAT                   :  LAPANGAN SEPAK BOLA PEKON MARANG, KEC.PESISIR                                                 SELATAN
=====================================================================

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM,
ASSALAMU‘ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH,

TABIK  PUUN...

YANG SAYA HORMATI :

  • ·         KETUA DPRD  DAN ANGGOTA KABUPATEN PESISIR BARAT;
  • ·         SAUDARI WAKIL BUPATI KABUPATEN PESISIR BARAT;
  • ·         UNSUR FORKOPIMDA KABUPATEN PESISIR BARAT
  • ·  SEKRETARIS DAERAH/STAF AHLI BUPATI/PARA ASISTEN/INSPEKTUR/PARA KEPALA SKPD/DILINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN PESISIR BARAT;
  • ·         KETUA KONI, KETUA PSSI, PASKIBRA KABUPATEN  PESISIR BARAT;

·         HADIRIN PESERTA DAN WARTAWAN YANG BERBAHAGIA. DENGAN MENGUCAPKAN PUJI DAN SYUKUR KEHADIRAT ALLAH SWT, KARENA ATAS RAHMAT DAN KARUNIA-NYA SEHINGGA KITA SEMUA DAPAT HADIR PADA ACARA PEMBUKAAN TURNAMEN SEPAK BOLA "BUPATI CUP KE- 1 " TAHUN 2017 DALAM KEADAAN SEHAT WALAFIAT.
SHOLAWAT SERTA SALAM MARILAH SENANTIASA KITA SAMPAIKAN KEPADA JUNJUNGAN KITA  NABI MUHAMMAD SAW, SEHINGGA KITA AKAN SELALU MENDAPATKAN SYAFA’AT-NYA DI DUNIA DAN AKHIRAT.
HADIRIN YANG SAYA HORMATI,
PADA KESEMPATAN YANG BAIK INI, SAYA ATAS NAMA PRIBADI DAN PEMERINTAH KABUPATEN PESISIR BARAT, MENGUCAPKAN SELAMAT KEPADA PANITIA PENYELENGGARA YANG TELAH MELAKSANAKAN TURNAMEN SEPAK BOLA ”BUPATI CUP KE- 1“ TAHUN 2017, SEMOGA KEDEPAN MENGHASILKAN ATLET-ATLET YANG AKAN MENGHARUMKAN KABUPATEN PESISIR BARAT  PADA EVENT-EVENT DILINGKUNGAN PROVINSI DAN NASIONAL. PELAKSANAAN TURNAMEN SEPAK BOLA “BUPATI CUP KE- 1” TAHUN 2017 BERTUJUAN UNTUK MEMBERIKAN PENGALAMAN DAN PELAJARAN BERHARGA DALAM PENGEMBANGAN POTENSI DIRI PARA GENERASI MUDA SERTA MAMPU MEMUPUK KEBERSAMAAN DAN PERSAUDARAAN, MENUMBUHKAN SEMANGAT SPORTIFITAS YANG  MENGALIR DALAM SEMANGAT PEMUDA SEBAGAI TULANG PUNGGUNG BANGSA YANG DAPAT MELEBUR JADI SEMANGAT PEMBANGUNAN YANG TERUS MENGGELORA DALAM RANGKA MENUJU KEMAJUAN KABUPATEN PESISIR BARAT DIMASA YANG AKAN MENDATANG.
HADIRIN PECINTA OLAH RAGA YANG SAYA BANGGAKAN,
SEBAGAIMANA YANG TELAH DILAPORKAN BAHWA PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN SEPAK BOLA “BUPATI CUP KE-1” YANG BARU PERTAMA KALI DISELENGGARAKAN DI KABUPATEN PESISIR BARAT INI, AKAN DIIKUTI OLEH 32 KLUB SEPAK BOLA YANG BERASAL DARI 11 KECAMATAN DI KABUPATEN PESISIR BARAT. KEGIATAN INI DIHARAPKAN DAPAT MENJADI MOMEN YANG SEMARAK BAGI SELURUH MASYARAKAT TERUTAMA PENCINTA SEPAK BOLA DI KABUPATEN PESISIR BARAT DAN SERTA MENJAWAB KERINDUAN MASYARAKAT AKAN HADIRNYA SEBUAH KOMPETISI ANTAR KLUB SEPAK BOLA GUNA MENGEMBANGKAN DAN PEMBINAAN SUMBERDAYA MANUSIA DI BIDANG OLAHRAGA DAN MENCARI ATLET SEPAK BOLA. TURNAMEN INI INSYA ALLAH DAPAT DILAKSANAKAN SECARA RUTIN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI ATLET SEPAK BOLA DAN MEMACU SEMANGAT SELURUH ATLET DAN KLUB SEPAK BOLA YANG ADA DI DAERAH INI, UNTUK SENANTIASA MELAKUKAN PEMBENAHAN YANG PADA AKHIRNYA BERMUARA PADA PENINGKATAN MUTU ATLET.
HADIRI YANG SAYA BANGGAKAN,
DEMIKIAN BEBERAPA HAL YANG DAPAT SAYA SAMPAIKAN PADA KESEMPATAN INI, SELANJUTNYA DENGAN UCAPAN “BISMILLAHIRAHMANIRAHIM” ACARA PEMBUKAAN PERTANDINGAN SEPAK BOLA BUPATI CUP KE-1 KABUPATEN PESISIR BARAT TAHUN 2017 SAYA NYATAKAN DI BUKA...

TERIMA KASIH ATAS PERHATIANNYA,
WABILLAHI TAUFIK WALLHIDAYAH,
WASSALAMU’ALAIKUMWARHMATULLAHWABARAKATUH.


BUPATI PESISIR BARAT





                                                   DR.Drs.H. AGUS ISTIQLAL, S.H.,M.H